Minggu, 30 Oktober 2011

Kompetisi sepak bola Indonesia baru ala PSSI baru


  Keputusan PSSI merombak struktur kontestan liga Indonesia 2011/20102 memicu kontroversi baru dikalangan sepak bola Indonesia.tak hanya pengamat dan media yang mengkritisi kebijakan tersebut.sejumlah klub anggota PSSI pun meresa heran.betapa tidak,format satu wilayah yang baku dan mendapat persetujuan dari asosiasi sepak bola asia selama 3 tahun kontan begitu saja dirubah.kompetisi PRO level 1(dulu bernama ISL) yang awalnya satu wilayah dengan 18 kontestan,kini menjadi dua wilayah dengan 32 peserta(masing-masing wilayah 16 klub) sedangkan kompetisi PRO level 2(dulu bernama divisi utama)yang terdiri dari 39 klub dengan tiga wilayah menjadi 48 klub dengan empat wilayah.
Alhasil,klub-klub yang musim lalu masih berkompetisi distrata amatir,begitu saja ngorbit kestrata professional(level 2)mereka adalah PSBS biak,persepam pamekasan,PSBL langsa,Madiun putra,persewangi banyuwangi,selamat datang di liga revolusioner PSSI.
PSSI beralasan format kompetisi ini dengan pertimbangan efisiensi biaya.karena kini PSSI sudah melarang klub menggunakan dana APBD.Kalau itu alasannya mengapa tidak dibuat selektif saja pesertannya.PSSI juga tak konsisten menerapkan dalam persyaratan.awalnya mereka terlihat tegas dengan lima aspek yang harus dipenuhi calon peserta liga PRO.bahkan komite kompetisi PSSI sempa menyatakan kompetisi liga pro tetap akan bergulir walau hanya dengan 10 peserta.
Yang jelas semangat PSSI sepert bukan ingin memajukan sepak bola Indonesia melainkan menambah carut marut persepak bolaan Indonesia,yang kurang prestasi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar